Selasa, 04 Juni 2013

efek gak bisa tidur dan seketika terpikir...



Sebuah kata yang indah. Sesuatu yang indah ketika dapat mewujudkannya. Kesetiaan bukan tentang apa yang terjadi sekarang, tetapi nanti. Yaa..setia adalah tentang apa yang terjadi nanti. Tidak sulit untuk mewujudkannya. Tetapi tidak mudah juga mewujudkan setia menjadi sesuatu yang indah. Menjadi mudah ketika dari dalam diri terdapat kemauan untuk setia. ‘Mau’ adalah salah satu modal penting untuk setia, apapun dan bagaimanapun yang akan terjadi nanti tidak akan merubah kemauan ini. Dan akan menjadi sulit ketika kesetiaan membutuhkan keyakinan, pengorbanan, kesabaran, ketulusan,tanggung jawab..tidak mudah mencapai unsur-unsur untuk setia. Itulah tantangannya. Itulah kekuatan yang dapat membangun kesetian, tak mudah mendapatkan kekuatan itu.  Semua akan kembali lagi kepada yang memiliki kesetiaan. Kesetiaan ada di setiap diri seseorang, semua dianugerahi kesetiaan. Tergantung bagaimana menggunakan kesetiaan tersebut. Menggunakan cara yang sulit atau cara yang mudah.
Sedikit sensitif dengan kata setia akhir-akhir ini. Hehehe. Apa sih setia itu? Bagaimana bisa memiliki setia itu? Mencoba memikirkan kata ini. “setia”. Setia itu sederhana. Semua orang memiliki setia. Setia adalah sebuah penantian. Setia adalah sesuatu yang akan datang. Setia adalah sesuatu yang dilakukan terus menerus.  Setia adalah sesuatu yang tidak berujung. Ibarat orang yang sedang berlari, dia mulai berlari dari garis start untuk mencapai garis finish. Setia juga mulai dari garis start, tetapi yang menjadi berbeda adalah setia tidak memiliki garis finish, setia tidak akan mencapai garis finish. Setia adalah sesuatu yang tak terhenti. Jika orang yang sedang berlari merasakan lelah dan dahaga, kesetiaan juga demikian. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah dimana letak keindahan dari sebuah kesetiaan? Darimana manis yang bisa di dapat dari kesetiaan? Dalam perjalanannya, setia akan mengalami dahaga bagai seorang yang sedang berlari. Bukankah membahagiakan sekali saat merasakan dahaga dan dapat meneguk air untuk menghilangkan dahaga itu..demikian pula kesetiaan. Keindahan dari setia akan di dapat ketika dapat melepaskan dahaga dalam perjalanannya. Melepaskan keletihan. Melepaskan kebosanan. Melawan semua rintangan dan tantangan dalam perjalanannya. Mendapatkan titik terang dari ketidakpastian dalam perjalanannya. Mendapatkan keyakinan untuk tetap berlari, untuk tetap setia. Mendapatkan energy untuk melanjutkan perjalanan, untuk melanjutkan penantian. Tidak memiliki garis finish tetapi ada titik harapan, check point! Titik-titik harapan itulah yang hendak dicapai dalam kesetiaan. Serangkaian harapan yang akan tercapai satu per satu adalah buah dari kesetiaan yang tidak berujung. Manis bukan..?? mencapai titik-titik harapan..!!
Kesetiaan... Mulailah dari garis start dan bersiaplah untuk tidak menemukan garis finish!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar