Sebuah kata yang indah. Sesuatu yang indah ketika dapat
mewujudkannya. Kesetiaan bukan tentang apa yang terjadi sekarang, tetapi nanti.
Yaa..setia adalah tentang apa yang terjadi nanti. Tidak sulit untuk
mewujudkannya. Tetapi tidak mudah juga mewujudkan setia menjadi sesuatu yang
indah. Menjadi mudah ketika dari dalam diri terdapat kemauan untuk setia. ‘Mau’
adalah salah satu modal penting untuk setia, apapun dan bagaimanapun yang akan
terjadi nanti tidak akan merubah kemauan ini. Dan akan menjadi sulit ketika
kesetiaan membutuhkan keyakinan, pengorbanan, kesabaran, ketulusan,tanggung
jawab..tidak mudah mencapai unsur-unsur untuk setia. Itulah tantangannya.
Itulah kekuatan yang dapat membangun kesetian, tak mudah mendapatkan kekuatan
itu. Semua akan kembali lagi kepada yang
memiliki kesetiaan. Kesetiaan ada di setiap diri seseorang, semua dianugerahi
kesetiaan. Tergantung bagaimana menggunakan kesetiaan tersebut. Menggunakan
cara yang sulit atau cara yang mudah.
Sedikit sensitif dengan kata setia akhir-akhir ini. Hehehe.
Apa sih setia itu? Bagaimana bisa memiliki setia itu? Mencoba memikirkan kata
ini. “setia”. Setia itu sederhana. Semua orang memiliki setia. Setia adalah
sebuah penantian. Setia adalah sesuatu yang akan datang. Setia adalah sesuatu
yang dilakukan terus menerus. Setia
adalah sesuatu yang tidak berujung. Ibarat orang yang sedang berlari, dia mulai
berlari dari garis start untuk mencapai garis finish. Setia juga mulai dari
garis start, tetapi yang menjadi berbeda adalah setia tidak memiliki garis finish,
setia tidak akan mencapai garis finish. Setia adalah sesuatu yang tak terhenti.
Jika orang yang sedang berlari merasakan lelah dan dahaga, kesetiaan juga
demikian. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah dimana letak keindahan
dari sebuah kesetiaan? Darimana manis yang bisa di dapat dari kesetiaan? Dalam
perjalanannya, setia akan mengalami dahaga bagai seorang yang sedang berlari.
Bukankah membahagiakan sekali saat merasakan dahaga dan dapat meneguk air untuk
menghilangkan dahaga itu..demikian pula kesetiaan. Keindahan dari setia akan di
dapat ketika dapat melepaskan dahaga dalam perjalanannya. Melepaskan keletihan.
Melepaskan kebosanan. Melawan semua rintangan dan tantangan dalam
perjalanannya. Mendapatkan titik terang dari ketidakpastian dalam
perjalanannya. Mendapatkan keyakinan untuk tetap berlari, untuk tetap setia.
Mendapatkan energy untuk melanjutkan perjalanan, untuk melanjutkan penantian.
Tidak memiliki garis finish tetapi ada titik harapan, check point! Titik-titik
harapan itulah yang hendak dicapai dalam kesetiaan. Serangkaian harapan yang
akan tercapai satu per satu adalah buah dari kesetiaan yang tidak berujung.
Manis bukan..?? mencapai titik-titik harapan..!!
Kesetiaan... Mulailah dari garis start dan bersiaplah untuk tidak
menemukan garis finish!!