Senin, 28 Januari 2013

hanya untuk mu...



Bukan kamu yang salah, bukan saya yang salah, bukan juga mereka yang salah. Entahlah apa yang dipikirkan mereka, tak bisa tutup mata memang melihat semua yang mereka katakan. Hanya ingin kamu menjadi baik di mata mereka. Hanya itu…
Beberapa waktu lalu saya mendengar beberapa kata-kata yang cukup mengejutkan bagi saya. Sedikt heran memang..sepintas muncul pertanyaan kenapa mereka berfikir demikian?? Apakah mereka benar tahu tentang kamu?? Berbagai pertanyaan muncul ketika mereka mengatakan hal tersebut. Yaa.. saya masih sangat terheran-heran.
Sebelumnya saya ingin membuat pengakuan, bahwa saya memang suka sama kamu jauh sebelum saya menulis tulisan ini. ‘Kamu begitu istimewa bagi saya, sangat istimewa’. Tak hanya bagi saya tetapi juga bagi lelaki-lelaki yang saat ini juga coba mendekatimu. Iyaa.. lelaki-lelaki inilah yang membuat saya tak mau mencoba dekat dengan mu. Lelaki yang juga adalah teman-teman ku, dan hanya berpikir akan lebih baik jika saya diam. Saya tak ingin menjadi rival teman-teman saya sendiri. Hanya mampu memandang teduh wajah mu dari sudut gelapku.  Bahkan sampai saat ini, sampai saya mendengar kata-kata mereka tentang kamu, saya masih sangat mengagumi mu. Dan keyakinan ini tidak pernah berubah.
Wanita berparas cantik, pembawaan tenang penuh wibawa, cara berpikir yang begitu dewasa, wanita yang mampu menghadapi tantangan hidup, dan sosok wanita yang membuat banyak orang suka dengan mu. Hanya itu..hanya itu yang saya ketahui dari kamu selama 3 bulan melihatmu dari kelamnya hidup ini. Saya pikir itu sudah sangat cukup untuk keyakinan ini. Keyakinan bahwa kamu adalah sosok yang begitu indah. Itu adalah kamu.
Namun segala keindahan itu tidak diakui oleh mereka disekitar kita. Tak bisa menyalahkan  mereka..tak bisa. Saya mencoba berpikir mengapa mereka mengatakan hal itu. Dan apa yang saya peroleh?? Saya pikir kamu  memang melakukan ‘ketidaksengajaan’ yang membuat mereka enggan melihatmu dari sisi yang lain. Sekali lagi tak bisa menyalahkan mereka..tak bisa pula menyalahkan kamu. Ini hanya ketidaksengajaan, dan ketidaksengajaan ini membuat saya merasa begitu tidak nyaman. Tidak nyaman melihat apa yang mereka pikirkan tentang kamu.
Mungkin pepatah ini mewakili keadaan sekarang. “karena nila setitik, rusak susu sebelangga”. Satu ketidaksengajaan mu membuat kamu terlihat buruk di mata mereka. Harus diakui memang banyak lelaki yang suka dengan mu, dan kamu tahu pasti hal itu. Ketidaksengajaan mu adalah cara kamu memperlakukan lelaki-lelaki itu. Iya..mereka yang tidak tahu kamu berpikir demikian. Saya tahu kamu hanya ingi mendapatkan yang terbaik diatara lelaki-lelaki itu. Kamu melihat tempaan mana yang kuat dengan segala ujian dari kamu. Apa yang kamu lakukan adalah sah dan tidak salah..sekali lagi tidak salah. Tetapi ketika mereka melihat ini semua,itulah yang mereka pikirkan..kamu membuat kesan dimata mereka bahwa kamu memberikan harapan palsu kepada lelaki-lelaki yang kagum dengan mu. Dan saya tidak yakin kamu menyadari ini semua, karena itulah saya hanya ingin kamu tahu, hanya ingin menjaga nama baik mu, hanya ingin membuat kamu baik dimata semua orang dan tidak mengulangi ketidaksengajaan mu lagi dikemudian hari. Hanya itu…
Untuk seorang yang sangat mengagumi mu seperti saya, mendengar semua itu membuat saya tidak nyaman. Tiga bulan berdiam mengamatimu tanpa kamu tahu memang bukan lah waktu yang lama untuk tahu pasti tentang kamu. Tapi sangat cukup untuk diri ini menyakini bahwa kamu adalah baik. Keyakinan itu membawa saya untuk mau membuka ini semua untuk mu. Entahlah..saya hanya ‘yakin’.
Mungkin akan lebih baik ketika kamu melakukan apa yang menurutmu adalah ‘tempaan’ dengan tidak bersamaan. Mungkin itu  akan lebih baik dimata mereka yang berpikir kamu buruk. Cukuplah menempa satu orang lelaki, itu akan membuat kamu lebih bijak. Jika memang kamu nyaman dan lulus uji tempaan mu..silahkan dilanjutkan ke arah yang lebih baik. Jika memang dirasa tidak lulus uji tempaan mu, segeralah memberi pengertian, jangan membuat mereka yang begitu kagum terhadapmu menjadi tetap berharap kepada mu. Ini hanyalah saran, akan kamu lakukan atau tidak adalah pilihan kamu. Tidak akan menjadi masalah bagi saya. Hanya akan turut bahagia ketika kamu dipandang mereka adalah kamu yang baik, bijak, anggun, dan segala kecantikan yang saya sendiri tidak cukup tahu semuanya.
Saya hanya mencoba membuka diri untuk menelaah cara berpikir mereka. ‘Ketidaksengajaan’ mu itu lah yang saya temukan. Terkadang apa yang kita lakukan memanglah yang terbaik untuk kita, tetapi akan terlihat buruk ketika cara yang kita lakukan adalah cara yang salah. Cobalah jangan hanya berpikir untuk diri sendiri. “Hilangkan ‘ke-aku-an’ dan mencoba berpikir untuk orang lain disekitar kita”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar